Akhir-akhir ini, aku lagi baca sebuah buku self improvement yang bagus sekali. Meskipun belum usai, aku tertarik untuk menjadikan beberapa bahan bacaan yang telah kubaca di buku itu sebagai tulisan pertama setelah perkenalan di blog-ku ini.
Good Vibes, Good Life---judulnya.
Pertama kali lihat buku ini dan sampai tertarik
‘memiliki’nya adalah Januari 2024. Di Gramedia bersama teman baikku, Bintang.
Waktu itu, sambil ngobrol kita telusuri lorong rak buku, lihat-lihat.
Pandanganku langsung jatuh pada buku ini setelah melihat judulnya yang cukup
membuatku penasaran. Langsung saja kuambil, melihat daftar isinya. Langkah
kakiku spontan berhenti.
How good banyak
pembahasan di dalamnya. Something that I need now! Gimana aku untuk jadi
pribadi yang lebih baik, yang adalah salah satu wishlist di journal
awal tahun-ku. Kayaknya aku butuh buku ini, deh—batinku saat itu.
Tapi bukan Januari, adalah Maret buku ini sampai di
rumah. Aku check out melalui Shopee saat itu. Dengan perasaan senang
yang tulus, aku terima dan unboxing my first bookmail at March. Ada dua buku, satunya adalah Good Vibes,
Good Life. Sampai sekarang, aku masih berproses membaca, menelaah dan
menerapkannya, perlahan.
Ada satu bab yang menarik dan telah kulalui separuhnya
yakni Bab 2. How we prioritize ourselves. Bagaimana cara kita
memprioritaskan diri sendiri. Pada bab ini, banyak menyebutkan bahwasannya
untuk memiliki vibrasi yang tinggi, kita harus meninggalkan hubungan-hubungan
toksik yang dapat membuat vibrasi kita rendah. Vibrasi atau yang biasa kita
dengar dengan sebutan vibe maksudnya adalah getaran yang mengacu pada
suasana atau perasaan yang dipancarkan oleh seseorang dari dalam dirinya.
Semakin banyak kita melakukan hal baik dan meninggalkan hal toksik, maka
semakin tinggi vibrasi yang kita miliki. Pun sebaliknya.
Adapun vibrasi tinggi dapat diserap dan dipancarkan
baik dari diri sendiri maupun dari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, penting
untuk diri kita memilih dan berada di lingkungan positif.
Aku memiliki seorang teman baik, perempuan. Seperti
yang telah kusebutkan di atas, adalah Bintang. Kami tidak setiap hari bertemu
karena tidak satu kampus. Bahkan setelah dipikir, kami tidak pernah merasakan
sensasi belajar di lingkungan sekolah yang sama. Meskipun sudah saling mengenal
sejak kelas 3 SMP, namun baru mulai dekat di akhir 2022. Pertama kali keluar
bareng Oktober 2022 ke meet and great salah satu penulis novel favorit
kami.
Setelahnya Bintang sering ngajak main bareng. Entah
untuk sekadar makan atau mengunjungi tempat-tempat bagus. Hampir setiap
harinya, kami selalu bertukar pesan. Saling bertanya gimana hari ini dan gimana
perasaannya. Bintang teman yang sangat baik. Dia dapat mengerti dan sangat menghargai.
Gimana perasaan hari ini? Itu pesan harian yang biasa
kami kirim.
Kalau kalian? Gimana perasaannya hari ini? Apakah
baik? Atau not bad but not good? :D
Semoga kita selalu bisa melepaskan banyak hal toksik.
Berjalan dengan percaya diri dan vibrasi tinggi. Setiap orang berhak
mendapatkan yang baik, lebih baik dan terbaik. Semoga kita selalu dikelilingi
orang-orang baik yang mau menerima dengan tulus, mengasihi dan menghargai!
Selamat kamis, semoga harimu baik (。•̀ᴗ-)✧



Tidak ada komentar:
Posting Komentar